Website ini adalah pindahan dari www.dialogimani.wordpress.com (website komunitas dialog imani RRI Bandar Lampung)
Tampilkan postingan dengan label jenazah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenazah. Tampilkan semua postingan

Tanya:

Apakah hadits yang menyatakan bahwa berkumpul dan membuat makanan dirumah ahli mayit adalah meratap, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah itu shahih?

Jawab:

Riwayat yang menyatakan bahwa berkumpul dan membuat makanan dirumah ahli mayit adalah meratap merupakan atsar yang bersumber dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu 'anhu.

Tanya:

Larangan mentalqinkan mayit setelah dikuburkan itu terdapat disurat apa dan ayat berapa? (Suwito, Way Abung)

Jawab:

Mengenai larangan mentalqinkan mayit setelah dikuburkan tidak terdapat di dalam al Qur'an, dan juga secara tekstual juga tidak kita dapatkan dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun larangan mentalqinkan mayit setelah dikuburkan ini merupakan kesimpulan para ulama yang didasarkan pada amaliyah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam memprosesi jenazah sejak meninggal sampai dikuburkan, dimana tidak didapati bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan hal tersebut padahal ini merupakan ibadah dan ibadah tidak boleh kita lakukan kecuali ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .

Tanya:
Bagaimana hukumnya seorang yang junub ia memandikan mayat?

Jawab:
Orang yang junub boleh memandikan mayat karena tidak ada syarat dari Rasulallah shallalahu 'alaihi wasallam bahwa yang memandikan mayat haruslah seorang yang suci dari hadats besar dan kecil. Demikian pula halnya wanita yang sedang haid ia boleh memandikan mayat. (Fatwa Lajnah Daimah 8/369)

Tanya:
Apa hukumnya berdoa bersama setelah menguburkan jenazah?

Jawab:
Berdoa bersama setelah menguburkan jenazah tidak dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam , demikian pula tidak dilakukan oleh para sahabat, tabiin dan tabiut tanbiin.
Memang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam menuntunkan kita untuk mendoakan orang yang baru selesai dikuburkan, namun caranya tidak dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh seorang imam dan diaminkan oleh orang-orang yang hadir, akan tetapi beliau memerintahkan kepada masing-masing yang hadir untuk mendoakan saudaranya sebagaimana diriwayatkan dalam hadits :

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ
إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

"Dari Utsman bin Affan ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam apabila telah selesai menguburkan mayyit beliau berdiri diatas kuburnya lalu berkata: "Mohonkanlah ampun bagi saudara kalian ini dan mohonkanlah (kepada Allah ta'ala) agar ia diberi keteguhan karena sekarang ia kan ditanya." (HR. Abu Daud No 3221 dan dishahihkan oleh Syeikh Albani, lihat Ahkamul Janaiz 198)

Tanya:
Dahulu kami pernah membangun (menembok) kuburan nenek kami, lalu bagaimana sikap kami setelah kami tahu hukumnya bahwa hal itu tidak dibenarkan?

Jawab:
Pada dasarnya kita tidak di perbolehkan membangun atau menembok kuburan karena hal ini dilarang oleh Rasulullah r sebagaimana disebutkan dalam hadits:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ
أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

"Dari Jabir ia    berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam melarang untuk mengecat kuburan dengan kapur, duduk diatasnya dan membangunnya. " (HR. Muslim No 970)

Oleh karenanya bagi kuburan yang sudah di permanenkan maka hendaknya sebisa mungkin dikembalikan pada keadaan asalnya apabila hal ini tidak menimbulkan kemudlaratan yang lebih besar, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam  menguburkan jenazah salah seorang sahabat, pusaranya dibuat gundukan kira-kira setinggi sejengkal dari permukaan tanah lalu diberi tanda di dekat kepalanya dengan menggunakan batu ataupun yang lainnya. Wallahu Ta'ala a'lam bish showab

Daftar Isi Dialog

Pilihan Menu

Dialog Terbaru

Dialog Terpopuler

Komentar Anda

Jumlah Pengunjung Dialog

.